WhatsApp Untuk PC / Laptop Tanpa Emulator

1/16/2016 Add Comment

Cara Instal WhatsApp di PC / Laptop Tanpa Emulator

Sosial media kini menjadi alat utama untuk melakukan komunikasi, semua komunikasi dapat berjalan dengan mudah dengan bantuan media sosial ini. Banyak sekali media sosial yang digunakan berbagai kalangan masyarakat, diantaranya adalah WhatsApp. WhatsApp sendiri hadir pada perangkat smartphone sudah sangat lama. Kehadiran WhatsApp sangat membantu mengingat ukuran size dari aplikasi ini saat dijalankan tidak seberat BBM atau LINE.

Kebanyakan orang menggunakan WhatsApp dengan smartphone, kini anda bisa mengakses WhatsApp melalui PC. Hal ini bukan seperti kita menggunakan Emulator seperti BlueStack dan sebagainya, WhatsApp via PC adalah dengan menggunakan Web Browser untuk mengaksesnya. Cara Instalasi WhatsApp untuk PC yang harus dipersiapkan adalah perangkat smartphone dan PC / Laptop dengan koneksi internet.

Cara untuk mengakses WhatsApp via PC ini berlaku ke semua sistem operasi namun masih belom dapat dinikmati oleh pengguna Apple berbasis iOS. Namun demikian, dalam waktu yang tidak lama, pengguna Apple akan dapat menggunakan WhatsApp untuk PC ini.

Cara mengakses WhatsApp via PC bisa anda lakukan dengan mengikuti step - step berikut ini :
  1. Buka Internet Explorer seperti Mozilla Firefox atau Google Chrome
  2. Akses situs ke http://web.whatsapp.com
  3. Login menggunakan QR Code
  4. Pindai Code QR pada layar PC dengan menggunakan Whatsapp pada smartphone
  5. Layar PC akan otomatis reload dan masuk sebagai WhatsApp kamu.
Cara diatas adalah cara menggunakan WhatsApp via PC tanpa menggunakan emulator. Hal ini sangat mudah, dan perbaruan dari pihak WhatsApp sendiri memudahkan kita yang memiliki kebutuhan yang sangat banyak dalam hal berinteraksi sehingga kita dapat cepat mengetik melalui keyboard PC untuk mengirim pesan dengan cepat.

Cukup sekian, semoga bermanfaat. Update kemungkinan sudah bisa di gunakaan pada Apple berbasis iOS.

8 Tips Sukses Netpreneur

12/26/2015 34 Comments

Berikut ini, saya akan berbagi tips-tips sukses menjadi netpreneur, di antaranya adalah:

1. Kecepatan

Dengan segala percepatan perkembangan teknologi, globalisasi, dan internet, laju perubahan pun semakin cepat dari yang pernah dibayangkan. Karena itu, Anda harus bisa mengantisipasinya dan sanggup bereaksi cepat, tapi juga penuh perhitungan.

2. Kemampuan Beradaptasi

Laju perubahan yang terjadi pada dunia internet membutuhkan bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan sebelumnya. Anda harus menambah pengetahuan dan mampu menginterpretasinya, serta secara cepat merespon perubahan tersebut dimanapun terjadinya baik dalam teknologi dan kompetisi, juga pada pergantian pola pasar dan pembeli.

3. Eksperimen

Seorang netpreneur harus bersedia mencoba ide-ide baru di pasar yang dibidiknya. Anda tidak memiliki banyak waktu atau hanya mengandalkan 'market research' yang sudah tidak up to date untuk mengevaluasi tindakan-tindakan Anda. Eksperimen dan siap bergerak cepat untuk beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan pasar kepada Anda.

4. Inovasi Yang Konstan

Meluncurkan produk ke pasar hanyalah sebuah permulaan. Dorongan kompetisi yang tak kenal henti dan tuntutan pasar terhadap perbaikan membuat fokus bisnis pada inovasi sangat penting.

5. Kolaborasi

Sudah menjadi sifat dari netpreneur menjadi kolaboratif. Anda tidak bisa bekerja sendiri di pergerakan dengan kecepatan seperti ini. Internet memungkinkan Anda melibatkan banyak pemilik perusahaan dalam setiap langkah. Mulai dari kelahiran sebuah produk melalui riset, pembangunan produk, pengemasan, pengiriman, support dan proses perbaikan yang terus berjalan.

6. Jadilah Penggerak Distribusi

Tantangan nyata dari dunia bisnis saat ini adalah distribusi penyebaran merek serta identitas produk dan jasa Anda. Satu hal yang paling terasa, internet memperkecil hambatan distribusi. Untuk itu, Anda harus membangun merek dan saluran distribusi demi kesinambungan kesuksesan bisnis.

7. Fokus Pada Niche Market

Internet menjangkau dan mendistribusi kesempatan bisnis pada pasar baru yang terbuka. Karena itu, netpreneur harus memfokuskan pada sektor pasar yang terdefinisi dengan baik -yaitu pada niche market atau pasar ceruk- agar dapat meraih posisi dominan atau menemukan pasar yang belum atau kurang terlayani. Walau kenyataannya, kesempatan yang paling menggairahkan terletak pada menciptakan pasar yang baru.

8. Jadilah Multidisipliner

Perusahaan dalam era ekonomi baru seperti sekarang menciptakan solusi dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti teknologi, content, grafis, layanan dan hubungan. Karena itu, seorang netpreneur sukses biasanya memahami berbagai disiplin ilmu.


Itulah kemampuan yang harus dimiliki seorang netpreneur dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat. Dan sebuah cara untuk memiliki kemampuan seperti seorang netpreneur sukses adalah dengan mempelajari internet marketing.

Cara Menampilkan Widget Di Halaman Yang Kita Inginkan

12/20/2015 4 Comments
Cara Menampilkan widget di Halaman Yang Kita Inginkan - Tutorial berikut ini adalah bagaimana cara menampilkan widget di Halaman Yang Kita Inginkan,  misalnya kita hanya ingin menampilkannya hanya di halaman posting atau di homepage. Mungkin sobat sudah pernah berkunjung ke blog-blog lain dan menemukan dimana widgetnya hanya di tampilkan di halaman-halaman tertentu saja, mungkin karna keinginan pemilik blog itu atau permintaan dari orang yang ingin memasangkan widget itu (contohnya iklan).

Tutorial berikut ini memang sudah banyak di tulis, tapi saaya bagikan kepada anda yang belum tahu bagaiman caranya membuatnya. Baiklah sobat berikut adalah tutorial bagaimana cara menampilkan widget blog hanya di halaman yang kita inginkan saja, misalnya halaman posting atau homepage blog dan di halaman halaman lain yang kita inginkan.

Menampilkan widget di Halaman Yang diinginkan

Anda harus mengenali ID widget anda. Supaya anda dapat mengenal widget apa yang ingin anda tampilkan di postingan atau homepage blog. Misalnya disini saya contohkan Widget Artikel terbaru saya yang hanya saya tampilkan di halaman posting saja. Silahkan masuk ke edit template anda. Pilih template dan edit HTML



Kemudian Cari widget yang anda ingin edit tampilannya. Misalnya saya hanya ingin menampilakan widget Artikel Terbaru saya hanya di halaman posting. Sebelumnya elemen HTML widgetnya seperti ini.



Menampilkan Widget di Halaman Postingan

Kemudian Saya menambahkan elemen yang saya beri warna merah berikut ini ke widget saya.
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>Kode widget
</b:if>
Letak kedua elemen di atas berdasarkan widget seperti widget saya ( gambar di atas ) sobat dapat melihat contoh berikut ini.
<div id='sidebar-wrapper'>
<b:section class='sidebar' id='sidebar' preferred='yes'>
<b:widget id='HTML6' locked='false' title='Artikel Terbaru' type='HTML'>
<b:includable id='main'>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'> <!-- only display title if it's non-empty -->
<b:if cond='data:title != &quot;&quot;'>
<h2 class='title'><data:title/></h2>
</b:if>
<div class='widget-content'>
<data:content/>
</div>
</b:if></b:includable>
</b:widget>
Tinggal save dan selesai. Mudah bukan?

Menampilkan widget di Homepage

Sekarang jika sobat ingin menampilakan widget sobat hanya di home page blog/ website sobat. Caranya seperti di atas cuma kodenya saja yang berbeda silahkan tambahkan kode HTML berikuut ini ke widget anda. letaknya lihat saja contoh di atas.
<b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'>
Kode widget
</b:if>
Simpan dan selesai.

Menampilkan widget di halaman yang di inginkan

Berikut ini jika hanya ingin memasang widget di halaman yang anda inginkan saja. ( URL halaman tertentu anda ).
<b:if cond='data:blog.url == "URL Halaman anda di sini"'>Kode Widget
</b:if>
Simpan dan selesai.


Untuk menerapkannya ke widget yang lainya yang anda inginkan tinggal menambahkan kode-kode tags seperti contoh di atas. Demikian mengenai cara menampilkan widget hanya di Halaman Yang Kita Inginkan blog atau website. Semoga tutorial ini bermanfaat untuk anda

Cara Menyembunyikan Posting Blog di Halaman Utama

12/16/2015 6 Comments


Saya akan memberikan turtorial sederhanaseperti gambar di atas, bagaimana agar postingnya hanya muncul di halaman dalam (Single Page/Single Post). Di halaman utama postingan recent itu tidak muncul, diganti dengan widget lain, misalnya full gambar atau Ghost Button.

Cara Menyembunyikan Posting Blog di Halaman Depan Blog.
1. Template > Edit HTML
2. Copas atau Simpan kode berikut ini di bawah kode ]]></b:skin>

<b:if cond="data:blog.url == data:blog.homepageUrl">
<style type="text/css">
.post, #blog-pager {display:none;}
</style>
</b:if>
<b:if cond="data:blog.url == data:blog.homepageUrl">
<style type="text/css">
body#layout .sidebar {display:inline;margin-top:200px;}
</style>
</b:if>

Jika ingin mengilangkan sidebar widgetnya juga, ini kodenya:

<b:if cond="data:blog.url == data:blog.homepageUrl">
<style type="text/css">
.post, .sidebar, #blog-pager {display:none;}
</style>
</b:if>
<b:if cond="data:blog.url == data:blog.homepageUrl">
<style type="text/css">
body#layout .sidebar {display:inline;margin-top:200px;}
</style>
</b:if>
 Semoga artikel saya Cara Menyembunyikan Posting Blog di Halaman Utama kali ini bermanfaat.

Terimakasih

Kumpulan Motivasi Kisah Para CEO dan Founder

12/13/2015 45 Comments

Langsung saja dibawah ini adalah Kumpulan Motivasi Kisah Para CEO dan Founder yang sukses, silahkan simak kisahnya:

1. Adi Kusma berbagi ceritanya dalam mendirikan Biznet dan mengajak startup menjadi seorang “koki”

Adi Kusma, founder Biznet Networks mengatakan:

Proposisi nilai dari produk Anda harus jelas, baik itu merupakan harga yang lebih baik maupun kemudahan dan kenyamanan lebih untuk pengguna.

2. Co-founder Jatis Group dari Indonesia bercerita tentang dua dekade perjalanan startup-nya

Izak Jenie, co-founder Jatis Group mengatakan:

Mendapatkan mitra yang bagus untuk startup adalah hal yang krusial. Saya suka teori investasi Warren Buffet untuk yang satu ini. Jika Anda dari luar sudah tahu bahwa akan ada masalah, jangan terlibat. Karena sekali Anda terlibat, sulit untuk keluar. Mirip dengan itu, dalam mencari mitra, jika Anda melihat akan ada masalah ketika nanti bekerja dengan calon mitra Anda, sebaiknya jangan dimulai.

3. Tanpa bantuan dana, founder M-Stars memulai usahanya di Indonesia dari bawah

Joseph Edi Lumban Gaol, founder M-Stars Group mengatakan:

Terkadang saya harus meminjam uang dari keluarga atau teman saya saat sedang kekurangan dana, terutama untuk menggaji pegawai. Itu adalah tantangan terberat secara psikologis, karena saya harus mempertahankan kredibilitas saya di depan mereka dan menghabiskan banyak hari tanpa tidur untuk memastikan bahwa dana kami masih positif dan hutang dari teman dan keluarga terbayar. Mengingat kembali hari itu masih membuat saya tersenyum.

4. Melewati masa-masa kelam di Indonesia: Perjalanan Toto Sugiri

Kalimat dari Toto Sugiri, serial entrepreneur:

Ketika saya berhenti dari pekerjaan saya, lima rekan saya mengikuti saya untuk memulai sebuah perusahaan baru. Awalnya, dana kami hanya cukup untuk beroperasi selama sepuluh bulan. Jika kami tidak mendapatkan uang dalam waktu sepuluh bulan, kami akan kehabisan uang dan harus mencari pekerjaan baru.

5. Bagaimana seorang gamer Indonesia dapat menjadi pengusaha sukses

Kevin Mintaraga, founder dari Magnivate Group, berkata:

Pengusaha yang sukses adalah mereka yang dapat membuat perbedaan dalam hidup orang lain. Selalu melayani orang lain, terdepan dalam setiap pertempuran, dan tidak hanya berada di belakang orang lain untuk mengarahkan mereka berbuat ini dan itu. Hanya dengan pemahaman inilah Anda dapat membangun tim yang bisa berjalan beriringan dengan Anda ketika sedang melewati masa-masa sulit.

6. Investasi datang setelah 10 tahun berjuang, founder SITTI Indonesia berbagi kisah

Andy Sjarif, founder dari SITTI, mengatakan:

Anda boleh menyebut saya pesimis, tetapi saya tidak melihat seorang Steve Jobs hadir dari Indonesia, muncul dengan sebuah iPod atau iPhone. Saya juga tidak melihat seorang Sergy Brin hadir dengan algoritma sangat kompleks yang tidak dapat dipahami oleh siapapun. Namun, saya tetap berpikir bahwa komunitas startup kita memiliki bakat yang cukup besar untuk menghasilkan sesuatu yang berdampak besar untuk Indonesia.

7. Bagaimana Tokopedia membangun Taobao-nya Indonesia (artikel dalam bahasa Inggris)

William Tanuwijaya, CEO dan co-founder Tokopedia mengatakan:

Ketika kami mulai menjalankan perusahaan ini, ekosistem e-commerce di Indonesia sama sekali tidak ada, dan kami pikir jika belum ada yang mulai membangun ekosistem e-commerce yang layak, maka negara ini tidak akan pernah maju.

8. CEO Razer kepada pelajar: membuang waktu dan mendapat nilai jelek itu tidak apa-apa

Min-Liang Tan, CEO dan creative director dari Razer mengatakan:

Tiap kali saya menghabiskan waktu saya, saya belajar sesuatu, dan melakukan sesuatu yang sangat konstruktif untuk masa depan.

9. Co-founder Vserv menceritakan mengapa mereka butuh 12 tahun untuk memulai perusahaannya sendiri

Kalimat dari Ashay Padwal, co-founder dan CTO Vserv:

Sebelum mendapatkan dana investasi pertama, kami sudah mengadakan pertemuan dengan lebih dari 30 VC masing-masing sebanyak dua atau tiga kali.

10. Bagaimana InMobi bertumbuh dari startup menjadi perusahaan jaringan iklan mobile raksasa

Kalimat dari Naveen Tewari, founder dan CEO InMobi:

Apa yang kami hadapi sebagai perusahaan memperlihatkan dan mengatakan kepada orang banyak bahwa kami memiliki produk yang sangat bagus. Orang-orang menganggap produk-produk yang bagus dan inovasi hanya datang dari Silicon Valley, dan mungkin tidak mengira bahwa inovasi datang dari sebuah perusahaan dari India.

11. Kisah entrepreneur mantan hacker yang menjual perusahaannya pada Google

Chester Roh, seorang serial entrepreneur, mengatakan:

Kami punya keyakinan yang kuat. Di Korea saat itu, blogging bukanlah hal yang baru. Tapi kualitas konten yang ada tidaklah bagus. Dengan pencarian, kita perlu konten berkualitas dan Tatter & Company menyediakan konten berkualitas yang dibutuhkan. Jadi, strategi kita jelas. Kami tidak melayani semua blogger, tapi hanya pembuat konten yang berkualitas.

12. Kisah founder MOL, salah satu perusahaan pembayaran terbesar di Asia

Kalimat dari Ganesh Kumar Bangah, founder MOL:

Saya pernah melihat artikel yang mengatakan bahwa pemerintah Singapura ingin mengubah Singapura menjadi Silicon Valley. Mereka sebaiknya mengajak para pelajarnya untuk keluar dari sekolah.

13. Kisah sukses founder IAHGames: Dari tukang surat sampai menjalankan publisher game berpenghasilan USD 25 juta

Roland Ong, founder dan CEO IAHGames:

Developer lokal cenderung mengembangkan produk dan berpikir layaknya masyarakat Singapura. Tapi tingkah laku gamer sendiri sangat bervariasi, dan itu bisa mempengaruhi bagaimana sebuah game dikembangkan. Karena itulah developer lokal harus sering terjun langsung ke lapangan, dan saya melihat hal itu mulai dilakukan.

14. Bagaimana KakaoTalk tumbuh dari startup menjadi platform mobile besar

Sirgoo Lee, co-CEO Kakao mengatakan:

Kami menyebut diri kami sendiri sebagai inovator, mencoba hal-hal baru dan mau belajar dari orang lain. Kami memperhatikan pengguna kami dan terus belajar dari feedback yang kami terima. Kami ingin memperbaiki dan mengubah layanan kami untuk tetap memimpin dalam hal inovasi. Anda bisa meniru fitur dan desain, tapi Anda tidak bisa meniru semangat dan filosofi perusahaan kami.

15. Le Hong Minh dan kisahnya mengenai VNG

Kalimat dari Le Hong Minh, founder VNG:

Di sebuah perusahaan teknologi, proses yang terjadi adalah sebuah iterasi. Anda tidak punya jawaban pasti. Anda hanya akan menemukan arahan, tapi bukan jawaban. Anda akan menemui banyak pertanyaan, tantangan, dan cobaan, dan yang bisa Anda lakukan hanyalah melakukan yang terbaik.

16. CEO Lenddo: Membangun startup itu tidak mudah

Richard Elridge, CEO Lenddo Asia mengatakan:

Semua orang yang memiliki startup tahu apa itu namanya sulit. Kami menangani masalah besar dan kami tahu itu bukanlah hal yang mudah. Kami punya passion untuk melakukan itu dan kami terus berusaha, apapun tantangannya. Jika tantangannya mudah, orang lain akan bisa melakukannya.

17. Founder Plateculture: Konsep mungkin feminim, tapi kami startup yang maskulin

Kalimat dari Reda Stare, founder PlateCulture:

Kami yakin pada konsep pemisahan enam tingkat. Orang-orang yang Anda butuhkan akan hadir di hidup Anda ketika tiba saatnya.

18. Co-founder Computerlogy: Jadilah entrepreneur jika Anda memang siap

Mimee, co-founder Computerlogy mengatakan:

Anda harus menanyakan diri Anda sendiri apakah Anda siap untuk menjadi entrepreneur atau tidak. Tren startup memang sedang booming saat ini, tapi jangan berpikir itu adalah sesuatu yang elegan dan keren.

19. CEO Anphabe: CEO wanita tetap harus feminim

Thanh Nguyen, CEO Anphabe mengatakan:

Jika ingin sukses dalam bisnis, Anda terlebih dahulu harus membuat produk atau layanan yang bermakna dan berguna untuk pelanggan dan terus memenuhi kebutuhan mereka.

20. Bagaimana founder wanita IP Mirror mencapai sukses dengan dana nol

Kalimat dari Janna Lam, founder IP Mirror:

Jujur dan bekerja keraslah. Ketika Anda jujur dan tulus, orang-orang akan merasakannya. Menjalankan bisnis bukanlah sesuatu yang mudah. Anda selalu menemui banyak masalah. Tapi Anda harus selalu memiliki prinsip yang dipertahankan agar bisa mencapai kesuksesan. Setelah 13 tahun, saya masih bekerja keras layaknya dulu. Saya bekerja lebih banyak daripada pegawai saya. Saya ingin memimpin dengan memberikan contoh karena itu akan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

21. Catat penghasilan USD 50 juta per tahun, founder Deal.com asal Singapura berbagi kisah

Patrick Linden, co-founder Dealguru Holdings mengatakan:

Penting bagi seorang entrepreneur untuk tetap berpegang teguh pada apa yang mereka yakini. Dan jika Anda butuh nasihat, datangi orang yang tepat yang sudah punya pengalaman langsung daripada orang yang tidak begitu memahami realita yang dialami seorang entrepreneur.

22. Bagaimana founder Streetdirectory bangkit dan membangun kembali perusahaannya

Kalimat dari Firdhaus Akber, founder Streetdirectory:

Entrepreneur harus mengetahui bahwa mereka mungkin tidak sukses pada percobaan pertama, dan kebanyakan memang seperti itu. Mereka harus belajar untuk bangkit dan mencoba lagi ketika suatu saat gagal.

23. Serial entrepreneur Paul Srivorakul: kisahnya mengenai Admax dan Ensogo

Kalimat dari Paul Srivorakul, serial entrepreneur:

Cari tahu apa masalah sebenarnya yang pastinya merupakan masalah yang sulit. Ketahui dengan baik apa yang ingin Anda lakukan dengan perusahaan Anda sebelum Anda mulai membangunnya.

24. Bersaing dengan perusahaan telekomunikasi? Itu Gila! Tapi startup Singapura, MyRepublic, bisa melakukannya

Greg Mittman, co-founder MyRepublic mengatakan:

Ketika menghadiri berbagai pertemuan, semua orang akan memukul meja dan mengatakan, “inilah perusahaan kami, dan kami akan sangat tegas dan berani, kami akan melakukannya dengan benar.” Kalimat itu menumbuhkan perasaan saling memiliki dan membuat kami bekerja layaknya bisnis milik keluarga. Kami adalah satu keluarga.

25. Cerita founder Nuffnang

Timothy Tiah, co-founder Nuffnang mengatakan:

Kami rasa berurusan dengan investor dan laporan tiap semester memakan banyak waktu. Waktu yang bisa kami manfaatkan untuk fokus pada produk kami. Kami sudah menghasilkan keuntungan dan bisa tumbuh tanpa menerima investasi. Ming dan saya juga yakin bahwa Nuffnang yang saat itu masih kecil dan fleksibel adalah sebuah keuntungan tersendiri bagi kami.

26. Kalimat bijak dari Deskera dalam menjalankan enterprise-facing startup

Shashank Dixit, CEO dan co-founder Deskera mengatakan:

Entrepreneur di Singapura seharusnya berpikir Changi, bukan blok 71.

27. Kisah startup AppAnnie

Kalimat dari Bertrand Schmitt, founder dan CEO AppAnnie:

Kami suka dengan China dan China adalah pasar yang tumbuh dengan cepat. Sulit untuk masuk ke pasar di China, sehingga memulai dari Beijing adalah hal yang lebih mudah.

28. Kisah Zopim: Perjuangan dan pengorbanan untuk kesuksesan startup

Royston Tay, co-founder Zopim mengatakan:

Saya akan keluar dari perusahaan ini kecuali saya mendapatkan komitmen penuh dari kalian semua.

29. JFDI: kisah sang kodok, bumbu rahasia, dan tantangan

Kalimat dari Hugh Mason dan Meng Weng Wong, founder JFDI:

Bawa perusahaan Anda pada kami dan kami akan buat perusahaan Anda hancur atau sukses dalam seratus hari. Jika kami berhasil membuat perusahaan Anda sukses, bagus. Jika kami menghancurkan perusahaan Anda, itu juga bagus karena Anda sekarang bisa beranjak dan melakukan hal lain. Anda bisa melakukan yang terbaik dalam 100 hari.

30. Kisah Wanchat Padungrat, founder Pantip

Kalimat dari Wanchat Padungrat, founder Pantip:

Mungkin saya terlalu konservatif. Saya tidak percaya bahwa menjalankan sebuah bisnis internet memerlukan banyak biaya. Karena kami bisa melakukannya dengan dana yang sangat kecil.

31. Bagaimana V-Cube membuat teknologi enterprise tampak seksi

Kalimat dari Naoaki Mashita, founder V-Cube:

Kami … berharap kesuksesan kami bisa mengangkat dan memberi inspirasi pada perusahaan teknologi enterprise di wilayah ini.

32. Bagaimana The Mobile Gamer (TMG) berjuang untuk tumbuh di Asia Tenggara

Alvin Yap, founder dan CEO TMG mengatakan:

Tidurlah paling tidak enam jam dalam sehari. Itu menjaga kesehatan Anda dan membuat Anda bisa menjalankan perusahaan dengan lebih baik.

33. Kisah PropertyGuru, diceritakan oleh sang co-founder, Steve Melhuish

Steve Melhuish, co-founder dan CEO PropertyGuru mengatakan:

Portal properti online besar itu seperti mesin uang, dan merupakan bisnis yang sangat bagus. Saya rasa model bisnisnya juga bisa berjalan di luar Singapura. Tapi tak ada tempat yang lebih cocok daripada negara ini.

34. Menjadi CEO menyita perhatian Anda, kata Tan Teik Guan, founder DS3 yang baru saja diakuisisi

Kalimat dari Tan Teik Guan, CEO DS3:

Meloncat adalah sesuatu yang sangat menyeramkan. Anda bisa meloncat naik, atau mungkin jatuh ke lubang. Tapi jika Anda tidak membuat keputusan, perusahaan Anda akan biasa-biasa saja. Keputusan-keputusan ini akan menjadi bahan pikiran Anda ketika makan, tidur, dan mandi.

35. Stephanie Chai dari Luxe Nomad: Saya hasilkan uang lebih sedikit dibanding jadi model, tapi saya lebih bahagia

Stephanie Chai, founder Luxe Nomad mengatakan:

Apakah menjadi model membantu saya? Ya. Tinggal di berbagai negara tanpa mengenal siapapun di masing-masing negara itu mengajarkan saya bagaimana menjadi adaptif. Dan itu kualitas krusial dalam sebuah lingkungan startup; Anda sebaiknya belajar untuk bergerak mengikuti waktu dengan cepat.

36. Linna Kanoknitanan dari Builk: COO itu seperti pemain tengah tim sepakbola

COO Builk, Linna Kanoknitanan mengatakan:

Memahami orang lain tidak hanya berlaku pada pelanggan, tapi juga ke anggota tim. Saya selalu mengingatkan diri saya sendiri untuk mencari tahu apa yang diinginkan tim saya. Saya melakukan ini agar mereka dengan senang hati melakukan apa yang diinginkan perusahaan. Memahami orang-orang di sekitar saya adalah kunci sukses saya.

37. 3 masalah besar di ekosistem startup Thailand

Yod Chinsupakul, CEO dan co-founder Wongnai mengatakan:

Membangun sebuah tim adalah salah satu hal yang paling menantang. Kami menginginkan efisiensi dan tidak hanya menambah jumlah orang di perusahaan. Menambah orang juga bukan hanya sekedar mencari seorang developer. Anda harus mencari orang yang yakin dengan proyek Anda.

38. Bagaimana Joe Lonsdale, co-founder Palantir, membangun timnya

Joe Lonsdale, co-founder Palantir mengatakan:

Optimisme adalah meyakini skenario terbaik yang paling memungkinkan. Anda tidak bisa mengelabui seseorang agar mau bekerja untuk Anda (atau lebih tepatnya, Anda awalnya bisa, tapi itu bukan strategi jangka panjang yang baik). Optimisme bukanlah mengenai mengelabui orang lain, tapi meyakini sebuah misi dan berbagi sebuah passion dengan orang lain.

39. Enam bulan lalu, startup ini ingin mengubah media populer di Taiwan, dan hal itu perlahan terwujud

Joey Chung, CEO The News Lens mengatakan:

Kami benar-benar melakukannya. Itulah kalimat yang tidak bisa saya katakan dua bulan lalu. Ini benar-benar terjadi.

40. CEO situs e-commerce terbesar Vietnam ungkap rahasia suksesnya

Nguyen Ngoc Diep, CEO Vat Gia mengatakan:

Selalu berpikir sebagai pelanggan. Amati dan penuhi kebutuhan mereka. Jangan sepenuhnya meniru bisnis model yang sukses dari negara asing. Pelajari dan ubah model tersebut agar cocok dengan pasar lokal.

41. Lupakan Lazada dan Zalora, Hotdeal.vn mengantarkan 10.000 barang tiap harinya di Vietnam

Nguyen Thanh An, CEO Hotdeal.vn mengatakan:

Di negara ini, jika Anda bergerak terlalu cepat, biaya operasional Anda juga akan sangat tinggi. Ketika kami memahami kondisi pasar dan pelanggan, kami bisa masuk ke pasar dengan lebih efektif.

42. Pidato terakhir Jack Ma sebagai CEO Alibaba

Kalimat dari Jack Ma, founder Alibaba Group:

Banyak orang yang mengeluh akan kejadian masa lalu. Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Tapi apa yang terjadi di hari ini 30 tahun kemudian adalah sesuatu yang bisa kita kendalikan dan putuskan. Ubahlah masa depan dengan kekuatan Anda sendiri, ambil langkah kecil, dan terus bersemangat selama sepuluh tahun. Saya mensyukuri perubahan dan keluhan orang lain. Karena ketika semua orang mengeluh, saat itulah kesempatan Anda. Di saat terjadinya perubahanlah seseorang bisa mengerti apa yang ia punya dan inginkan, dan apa yang harus ia relakan.

43. Anthony Tan: cucu supir taksi yang menciptakan aplikasi booking taksi terbesar di Asia Tenggara

Satu moto yang dimiliki semua orang di tim GrabTaxi adalah “masalah Anda adalah masalah kami.” CEO GrabTaxi, Anthony Tan, mengatakan:

Banyak orang yang hanya mengatakan hal tersebut. Namun kami benar-benar menjalaninya. Ketika kami memulai, kami bahkan tidak mempunyai koneksi internet yang bagus di kantor dan tidak mempunyai AC. Orang-orang yang bergabung dengan saya percaya terhadap misi dan ide yang diemban alih-alih percaya kepada saya [sebagai pemimpin]. Kami berjuang bersama-sama mulai dari bawah. 

44. Berhenti kuliah dari Harvard, inilah kisah Ferry Unardi membawa Traveloka memimpin industri travel online di Indonesia

Sebelum terjun ke dunia startup, founder Traveloka Ferry Unardi ingin mempelajari bisnis terlebih dahulu dengan mengejar gelar MBA di Harvard University. Namun, setelah hanya satu semester, rencananya harus diubah lagi. Ia mengatakan:

Saya ingat ketika semua orang mempertanyakan keputusan saya untuk berhenti [kuliah], tapi itulah yang harus dilakukan. Berhenti kuliah adalah keputusan yang sangat sulit, baik untuk saya dan pasangan saya karena ia bekerja untuk LinkedIn pada saat itu dan memiliki saham yang belum sepenuhnya diperoleh, tapi saya ingat pernah mengatakan “kita [berusia] 23, kita masih cukup muda untuk melakukan kesalahan” dan bahwa tidak ada waktu yang lebih baik. 

45. Tidak digaji? Tak masalah. Inilah cara CEO Luxola membuat startupnya sukses

Saran CEO Luxola, Alexis Horowitz-Burdick, bagi entrepreneur pemula yang telah menetapkan hati mereka untuk memulai sebuah perusahaan adalah “merangkul kegagalan sebagai bagian dari proses”:

Jangan takut gagal. Itu bukan masalah besar. Kebanyakan orang perlu beberapa upaya untuk memiliki startup yang sukses. Jadi gagal lah dengan cepat dan bangkit lah kembali dengan cepat pula. 

46. Dipecat dari sebuah bank, founder ini melakukan bootstrapping sampai startupnya mendapatkan pendanaan sebesar Rp 425 miliar

Mengelola pengeluaran dan mengakali proses distribusi secara hati-hati mempunyai peranan besar dalam membuat startup bertahan meski tanpa pendanaan. Chris Strode, founder Invoice2go, mengatakan:

Di saat-saat awal, saya dapat menghindari pengeluaran tambahan yang besar dengan melakukan semua pengembangan produk oleh saya sendiri dan menggunakan cara distribusi software yang sudah mapan. 

47. Kisah pasangan pengacara-bankir yang keluar dari pekerjaannya demi membuat game tentang dokter

Pasangan suami-istri Richard Sun dan Joyce Lim masing-masing adalah seorang bankir dan pengacara, sebelum akhirnya memutuskan untuk mengembangkan game. Richard Sun, co-founder WIGU Games, mengatakan:

Pasti akan ada perdebatan yang berkaitan dengan perusahaan. Solusinya adalah tidak mudah tersinggung, karena perdebatan ini menunjukkan bahwa kami benar-benar peduli tentang perusahaan. Jika tidak ada perdebatan, itu berarti rasa peduli telah hilang. 

48. Bagaimana kacaunya hidup saya setelah keluar dari perusahaan bergengsi dan memilih mendirikan startup

Ali Mese keluar dari dunia perusahaan konsultansi dan mendirikan startup sendiri. Ia terinspirasi oleh kutipan dari Tony Gaskin berikut:

Jika Anda tidak membangun mimpi Anda, seseorang akan mempekerjakan Anda untuk membangun mimpi mereka. 

49. CEO HijUp: Follow your heart, follow your dream

CEO Hijup, Diajeng Lestari, menyebutkan keahlian dan sikap apa saja yang diperlukan agar sukses di startup teknologi:

Pertama, percaya diri, percaya mimpi, dan percaya keajaiban Tuhan. Tuhan akan memberi jalan bagi orang-orang yang berusaha. Kedua, berkoordinasi dan berkomunikasi untuk membangun tim yang hebat. Selain itu startup juga harus berhubungan baik dengan berbagai stakeholder. 

50. Nabilah Alsagoff dan kisah di balik Doku, pionir e-payment Indonesia

COO Doku, Nabilah Alsagoff, mengatakan tentang awal-awal pendirian startup-nya:

Pada saat itu, kami melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang sebelumnya. Kami harus berani. 

51. Kisah di balik kesuksesan website booking tiket online Tiket.com

CTO Tiket, Natali Ardianto, mengatakan:

Di StartupLokal, kami selalu mengatakan, ‘Jangan terlalu cepat mengeluarkan uang’. Tapi orang sering tidak menyadari pentingnya kalimat tersebut. Pola pikir orang Indonesia adalah mencari investasi untuk mendapatkan ketertarikan pasar, tapi ini salah. Apa yang selalu saya tanyakan adalah: ‘Bagaimana Anda bisa membuat perusahaan Anda berjalan selama lima atau sepuluh tahun tanpa investasi baru?’ Itulah yang telah kami lakukan di Tiket.com. 

51. Dari seorang hacker, pahlawan, hingga legenda data: Juny “Acong” Maimun menceritakan kisah di balik Indowebster

Saran Juny “Acong” Maimun, founder dan CEO Indowebster, bagi entrepreneur muda:

Saran terbaik saya: bertahan! Jika Anda terus bertahan untuk beberapa tahun pertama, maka Anda dapat beradaptasi dengan pasar dan menemukan model yang baik untuk Anda. 

52. Kisah sukses WebKul: hasilkan Rp 12,5 milar meski tanpa pendanaan

Co-founder Webkul, Vipin Sahu, mengatakan tentang betapa pentingnya menghasilkan keuntungan:

Beberapa orang dengan pendanaan awal lebih cenderung menghabiskan uang dibanding menghasilkan uang. Kami percaya bahwa jika Anda menjalankan sebuah bisnis, keuntungan adalah oksigen. Jika Anda tidak menghasilkannya, maka Anda akan segera mati. 

53. Co-founder PeaTix: “Pikirkan siapa pelanggan Anda terlebih dahulu”

“Beberapa startup berpikir jika Anda membangun sebuah platform, maka pelanggan akan datang,” tapi bukan itu masalahnya, menurut Taku Harada, co-founder PeaTix:

Anda harus pergi bertemu dengan orang-orang dan menyelesaikan masalah mereka. Anda tidak bisa memikirkan diri Anda terlebih dahulu, melainkan memikirkan siapa pelanggan utama Anda. 

54. Kisah Andry Suhaili: datang dari kota kecil untuk membangun website pembanding harga terbesar di Indonesia

Founder dan CEO PriceArea, Andry Suhaili menceritakan alasan di balik keinginannya menjadi entrepreneur:

Saya selalu ingin menjadi kaya dan sukses. Untuk itu, saya perlu menjadi seorang entrepreneur. […] Setelah saya kembali dari Amerika Serikat, saya membuat bisnis pertama di sebuah garasi dengan dua pegawai magang sebagai pegawai saya. 

55. Founder Zipmatch: “Jangan biarkan kekurangan dana menghentikan langkah Anda”

Co-founder Zipmatch, Chow Paredes, menceritakan kisah di balik pendirian startup-nya:

Sebagai direktur penjualan real estate, masalah yang selalu saya hadapi adalah bagaimana membuat 50 agen mendapatkan klien baru setiap hari. Saat itulah muncul gagasan untuk menciptakan sebuah platform online. Kami mulai merencanakannya pada akhir pekan dan setelah pulang dari bekerja ketika kami masih bekerja. Kami melakukan itu selama enam bulan. Dan akhirnya kami harus mencurahkan seluruh usaha dan waktu kami, jika tidak, kami tidak akan berhasil jika mendirikannya sedikit demi sedikit. Tapi bagi seseorang yang bekerja dengan pekerjaan yang stabil, tidak mudah untuk melakukan hal ini. Meskipun demikian, saya memilih terjun ke dunia startup karena ada kesempatan besar yang tersaji di depan saya. 

56. CEO Bukalapak: Mulai dari sekarang dan jangan takut gagal

Achmad Zaky, CEO BukaLapak, mendorong semua anak muda untuk mulai membangun startup mereka sesegera mungkin:

Karena jika Anda bertambah tua dan sudah menikah serta memiliki anak, Anda cenderung memiliki lebih banyak pertimbangan dan lebih konservatif. [ … ] Jika saya harus membangun startup saya sekarang dengan modal nol, saya mungkin tidak mau [mengambil risiko] karena saya memiliki istri dan seorang anak perempuan. 

57. Kisah Yasukane Matsumoto, orang yang mempermudah industri percetakan di Jepang

CEO Raksul, Yasukane Matsumoto, mengatakan:

Saya tidak mengambil risiko apapun karena saya masih berusia 24 tahun [pada saat itu]. […] Anda tidak akan kehilangan apa-apa ketika Anda masih muda dan saya hanya ingin melakukan sesuatu sendiri – jadi membangun startup adalah hal yang masuk akal. Sulit untuk dijelaskan. 

58. Kisah Koki Sato, dari musisi hingga entrepreneur sukses

Ketika ditanya saran apa yang akan ia berikan kepada para entrepreneur di era ini, CEO Septeni Holdings, Koki Sato menyarankan mereka untuk berpikir dalam jangka panjang.

Anda tidak bisa membangun bisnis layaknya lomba lari sprint. Pikirkan seolah-olah itu adalah maraton. 

59. Ditegur oleh manajernya, agen real estate yang frustrasi ini keluar untuk mendirikan portal properti terbesar di Jepang

Pendapat CEO NEXT, Takashi Inoue, tentang hal apa yang diperlukan untuk membuat sebuah perusahaan bagus:

Visi perusahaan adalah hal yang sangat penting. Prinsip yang kuat juga diperlukan untuk membimbing semua orang. Tim dan orang-orang merupakan komponen penting dan mereka harus merasa antusias tentang bisnis. 

60. Founder Qoo10 pernah bekerja di tengah gurun, memilih berhenti dan mendirikan startup

Pendapat founder Qoo10, Ku Young Bae, tentang entrepreneurship:

Entrepreneurship adalah hal sulit, saya tidak akan merekomendasikan ini kepada semua orang. Anda harus menghadapi banyak sekali masalah dan tantangan. 

61. Setelah keluar dari sekolah, pria ini sekarang menjadi entrepreneur sukses

Kesuksesan Harusiha Okamura, CEO Adways, bisa tercapai salah satunya karena ia memulai karirnya sangat awal. Di usia 16 tahun, Harusiha memutuskan keluar dari sekolah untuk bekerja sebagai salesperson di sebuah perusahaan.

Saya tidak bisa mendapatkan teman di sekolah, jadi saya memutuskan untuk bekerja lebih awal. 

62. Founder Builk: pelajaran yang bisa didapat dari program akselerator

Patai Padungtin, founder Builk, yakin bahwa untuk berhasil, entrepreneur harus percaya pada startup yang mereka dirika, memiliki passion, dan menindaklanjuti apa yang mereka yakini.

Anda dapat membangun sebuah startup e-commerce dengan 1.000 pesaing – tapi bermimpilah yang tinggi. Bahkan jika Anda berada di ranah yang kompetitif, temukan kekuatan Anda dan berjuanglah. 

63. Co-founder Disdus: Anda bisa sukses di industri manapun

Jason Lamuda, co-founder Disdus (diakuisisi oleh Groupon pada 2011) dan co-founder BerryBenka, mengatakan bahwa entrepreneur sebaiknya lebih memiliki pertimbangan sebelum memutuskan industri mana yang akan mereka masuki:

Ketika akan memilih bisnis apa yang akan saya jalankan, saya selalu melihat dua hal. Pertama, siapa saja pemain yang sudah ada di industri tersebut, dan kedua, hal berbeda apa yang bisa saya tawarkan kepada pengguna. Saya tidak melakukan banyak riset panjang mengenai besarnya pasar (yang akan saya masuki). Saya hanya mencari gambaran besar pasar tersebut dan langsung mulai dari sana. 

64. Founder 2xpace: “Ekosistem startup tengah bertumbuh, saatnya wanita mengambil kesempatan”

Numfone Chayapak, founder 2xpace, menyebutkan sikap apa yang diperlukan agar sukses di startup teknologi:

Open-minded. Selama Anda tahu apa yang Anda lakukan, mendengarkan komentar dan saran orang lain dapat membantu Anda berkembang. 

65. Kisah Jorge Azurin: lebih memilih startup dibanding gelar PhD di Stanford

Jorge Azurin yang kini bertindak sebagai mentor dan angel investor bagi sejumlah startup, mengemukakan bagaimana pentingnya memiliki co-founder:

Masalah mendasar yang saya punya adalah saya tidak memiliki co-founder, saya melakukan segala sesuatu sendiri dan tidak sejahtera. Ketika saya punya co-founder, ia biasanya melengkapi kualitas saya. Kualitas yang mereka miliki adalah kualitas yang saya tidak punya. 

66. Pelajaran terbesar di Y Combinator untuk AnyPerk: “Bangunlah sesuatu yang Anda inginkan”

Taro Fukuyama, CEO dan co-founder AnyPerk, menceritakan pengalamannya di Silicon Valley.

Ada perang talenta yang besar di berbagai bidang di seluruh Amerika, yang lebih umum terjadi di Silicon Valley dibanding tempat lainnya, dimana perusahaan berusaha keras untuk menemukan cara-cara baru untuk menarik dan mempertahankan orang-orang terbaik mereka. Memiliki produk yang benar-benar memberikan kebahagiaan dan melibatkan karyawan di Silicon Valley adalah hal yang sangat dibutuhkan!

67. Demi boneka kelinci pink TuTu, entrepreneur ini rela meninggalkan pekerjaan bergengsi di HTC

Jason Warren, CEO Roam and Wander, mendapat nasihat dari mentornya:

Setelah dua perusahaan pertama saya gagal, mentor saya yang sangat baik memberi beberapa saran. Ia menyuruh saya duduk dan berkata ‘Dengar, apa yang kamu butuhkan sekarang adalah pengalaman magang di ranah software. Kamu perlu belajar bagaimana orang-orang membangun sesuatu. Apakah model Waterfall atau Agile yang harus diterapkan? Apakah kamu ingin memberi orang lebih banyak otonomi atau ingin memberi mereka lebih banyak kontrol? Dan setelah dua atau tiga tahun, kembalilah menjadi entrepreneur. 

68. Kisah Mun Yew Loh: PNS ini akhirnya punya startup sendiri

Founder TapTalents, Mun Yew Loh, mengaku terinspirasi oleh para entrepreneur:

Anda (entrepreneur) membangun ide yang kaya untuk mengidentifikasi tantangan nyata. Itulah saat dimana saya berpikir: saya mungkin juga bisa menyelesaikannya sendiri. 

69. Kisah Zopim: Perjuangan dan pengorbanan demi kesuksesan startup

Founder Zopim, Royston Tay, membakar semangat dan tekad timnya dengan mengatakan:

Jika saya tidak mendapatkan komitmen penuh dari kalian semua, saya akan meninggalkan perusahaan. 

Semoga artikel ini bermanfaat, untuk kehidupan anda jauh lebih baik dan anda menjadi lebih termotivasi untuk melakukan bisnis maupun melanjutkan usaha anda setelah membaca Kumpulan Motivasi Kisah Para CEO dan Founder.